Banner Iklan

Yang sedang Mengunjungi

Kami memiliki 6 guests dan tidak ada anggota yang online

Release/Berita

Tekan Angka Kematian Ibu Anak, Bupati Siapkan Ambulans Desa

Tingginya kasus kematian ibu hamil dan melahirkan menjadi perhatian Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR. Salah satu langkah untuk mengurangi kasus itu dengan menyediakan ambulans desa.

“Desa yang ada kasus kematian ibu hamil dan melahirkan, harus ditangani,” kata dr. Siti Nurul Qomariyah, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, menjawab pertanyaan wartawan terkait pengadaan 50 ambulans oleh Dinkes.

Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/09/2017), dr. Nurul menjelaskan, 40 mobil ambulans telah tersedia, dan diharapkan sampai akhir September sudah berada di Jember.

Saat ini sudah datang sebanyak 18 mobil di Kantor Dinkes. Mobil ambulans ini untuk medan datar. “Kemarin itu bukan show of force, tapi sopirnya mencari alamat kantor Dinkes,” ujarnya menanggapi kabar yang beredar di masyarakat.

Sepuluh mobil ambulans lagi untuk medan sulit, dengan spesifikasi double guardian. Mobil ini akan disediakan melalui proses lelang, dengan harga mencapai Rp. 500 juta. “Mudah-mudahan tanggal 10 Oktober lelang lancar,” harapnya seraya mohon dukungan dan doa masyarakat.

Secara filosofis, lanjut dr. Nurul, pengadaan mobil ambulans ini untuk mendekatkan pelayanan masyarakat kepada fasilitas kesehatan yang ada.

Selain diberikan ke desa dengan kasus kematian ibu hamil dan melahirkan yang tinggi, 40 ambulans yang ada saat ini diberikan kepada desa yang kemungkinan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit.

Berikutnya diberikan ke desa yang mencantumkan kebutuhan ambulans saat musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes).

Untuk menentukan desa penerima ambulans tersebut, Dinkes telah membentuk tim khusus, yakni Tim Percepatan Sarana dan Prasarana Puskesmas.

Lebih jauh dijelaskan, pengadaan 40 mobil ambulans ini melalui e-katalog. “Prinsip pengadaan barang dan jasa mengacu Perpres tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, kita harus mengawali dengan e-katalog dulu. Jika tidak ada, baru kita lakukan lelang,” terangnya.

Dalam e-katalog tersedia mobil ambulans yang dibutuhkan. Karena itu Dinkes memesan ambulans secara online melalui e-katalog. Pagu anggaran sebesar Rp. 250 juta, sementara harga mobil per unit Rp. 248 juta. “Jadi ada efisiensi dua juta,” ucap dr Nurul. (*f2) sumber https://jemberkab.go.id/tekan-angka-kematian-ibu-anak-bupati-siapkan-ambulans-desa/