Banner Iklan

Release/Berita

Waspadai Hipertensi

Penderita Hipertensi di Indonesia

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007 menunjukkan penderita hipertensi Indonesia mencapai 31,7%.  Dari semua penderita hipertensi di Indonesia, hanya 25% saja yang terdiagnosis. Ini berarti 3 dari 4 orang yang mengidap tekanan darah tinggi, tidak tahu bahwa mereka mempunyai kondisi tersebut. Lebih bahayanya lagi, kurang dari 1% pengidap hipertensi mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darahnya. Hal ini membuat hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Di Kabupaten Jember tahun 2016 hipertensi kasus peringkat 2 dari 10 besar penyakit  Setelah ISPA/Infeksi Saluran Pernafasan Atas.

Jika dibiarkan saja, tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit lain seperti serangan jantung atau strokeGejala pada hipertensi baru akan muncul jika tekanan darah sangat tinggi.

 

Risiko Mengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi masih belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus, Ketika usia bertambah, kemungkinan menderita tekanan darah tinggi akan semakin meningkat.  Mungkin juga kenaikan harga Sembako saat ini mungkin juga bisa menjadi pemicu terjadinya hipertensi, tetapi risiko Anda terkena hipertensi  akan meningkat jika Anda:

§    Berusia di atas 65 tahun

§    Makan banyak garam

§    Kelebihan berat badan

§    Memiliki keluarga dengan tekanan darah tinggi

§    Kurang makan buah dan sayuran

§    Kurang berolahraga

§    Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein)

§    Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras

 

Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dengan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosisnya pada tahap awal. Semakin awal diagnosis hipertensi diketahui, semakin besar pula kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat normal dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tanpa perlu mengonsumsi obat.

 

Gejala Hipertensi

Banyak orang mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya karena penyakit ini tidak memiliki gejala yang jelas. Orang dewasa harus memeriksakan tekanan darah setidaknya sekali dalam lima tahun. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda menderita tekanan darah tinggi adalah dengan mengukur tekanan darah.

Dalam beberapa kasus yang langka, saat seseorang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi, dia bisa mengalami gejala seperti:

§     Sesak napas

§     Sakit Kepala berkepanjangan

§     Mimisan

§     Pandangan kabur atau penglihatan ganda

Kunjungi dokter secepatnya jika Anda mengalami gejala-gejala di atas karena tekanan darah tinggi yang tidak diatasi bisa mengarah kepada penyakit serius, seperti stroke danpenyakit jantung.

 

Hipertensi Saat Hamil

Sangat penting untuk mengukur tekanan darah Anda secara teratur jika Anda sedang hamil, meski hasil tekanan darah tidak pernah tinggi. Dengan mewaspadai dan memeriksakan tekanan darah secara teratur, ibu hamil dapat mengurangi risiko hipertensi yang terjadi akibat kondisi hamil.

Jika tidak diperiksakan, Anda dapat mengalami kondisi serius yang dikenal sebagai pre-eclampsia, yaitu kondisi saat Anda memiliki gangguan pada plasenta (organ yang menghubungkan peredaran darah bayi kepada sang ibu).

 

Mengukur tekanan darah

Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri (pembuluh darah besar) ketika dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung Anda. Hal ini yang akan membuat pengidap hipertensi mengalami serangan jantung, stroke atau penyakit ginjal.

Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan:

§    Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar

§    Tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung mengambil jeda sesaat I antara 2 detak jantung

Tekanan darah yang normal berada di bawah 130/80. Jika tekanan darah Anda adalah 145 per 95 atau 145/95 mmHG, berarti tekanan sistolik Anda 145 mmHg dan tekanan diastolik Anda 95mmHg. Anda diberi tahu memiliki tekanan darah tinggi (secara medis dikenal sebagai hipertensi) jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan tekanan darah Anda tetap mencapai 145/95 mmHg atau lebih tinggi.

 

Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi

Jika tekanan darah Anda tinggi, maka awasilah dengan ketat sampai bisa turun dan dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup, hal ini termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tekanan darah tinggi:

§     Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang

§     Mengurangi konsumsi garam dan kafein

§     Berhenti merokok

§     Berolahraga secara teratur

§     Menurunkan berat badan, jika diperlukan

§     Mengurangi konsumsi minuman keras

Tidak pernah terlalu awal untuk mulai mencegah hipertensi sebab pencegahan akan selalu lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi penyakit lainnya. Oleh karena itu kami anjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin  dan mengikuti program penanggulangan penyakit kronis (Prolanis) yang dilaksanakan di puskesmas atau klinik pratama dalam upaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.