Banner Iklan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Kasus penyakit menular yang terjadi di Kabupaten Jember, salah satu peyebabnya adalah Higiene Sanitasi yang cukup memprihatinkan. Data di Dinas Kesehatan Kabupaten ada 12,39% dari seluruh kasus penyakit, adalah penyakit manular yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang jelek.
Di Jember Desa/Kelurahan yang telah menetapkan sebagai Desa yang Tidak Buang Air Besar Sembarangan (tidak di sungai, tidak di tegalan, tidak di tempat-tempat umum) baru 40 Desa/Kelurahan dari 248 Desa/Kelurahan. Bahkan pada Sekolah Dasar yang memenuhi syarat sanitasi yang sehat baru mencapai 65,80%, masih ada 34,20% sanitasi di Sekolah belum sehat (dari 734 SD), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam tataran keluarga perlu untuk di tingkatkan.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikatoroutcome dan output.
Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.
Sedangkan indikator output STBM adalah sebagai berikut :

a. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).
b. Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
c. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
d. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.
e. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.

Untuk mencapai outcome tersebut, STBM memiliki 6 (enam) strategi nasional yang pada strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan instansi yang terkait dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi total berbasis masyarakat.

Biasakan untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir :
1. Sebelum Makan
2. Sesudah BAB
3. Sebelum Menyiapkan Makanan

 

 

10 Pesan Kesehatan Jokowi

Puskesmas Santun Peduli Lansia

Termasuk Puskesmas kecil dalam lingkup Kabupaten Jember dengan jumlah penduduk yang dapat dikatakan cukup ± 38juta jiwa & jumlah desa 5 wilayah, berada pada letak Geografis dataran rendah itulah Puskesmas Karangduren. Puskesmas tercinta dengan staff Puskesmas yang ramah, melayani sepenuh hati & bertekad “ Selangkah Lebih Baik “ membuat kami selalu berinovasi dalam memberikan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat.

Puskesmas Santun Lansia, Sebuah Inovasi yang ingin Kami wujudkan di Puskesmas Karangduren dikarenakan ; (1). Secara demografi jumlah penduduk Lansia12 % tahun 2015, 11,5% tahun 2012 dari keseluruhan jumlah Penduduk. Jumlah persentase ini dapat dikatakan besar jika dibandingkan Data rata-rata jumlah Lansia di Indonesia (7,59% Depkes.go.id à Perdatin 2012) (2). Staff Puskesmas yang kooperatif dan mempunyai Tujuan kerja yang Sinergis sehingga jika menemukan kesulitan Kami dapat menyelesaikan bersama.

Bentuk Kesantunan Lansia yang telah Kami laksanakan adalah :

1. Pelayanan dalam gedung mulai dari Loket, Ruang Pelayanan Pemeriksaan, Ruang tunggu, Ruang Pengambilan Obat, Kamar mandi untuk Pasien Lansia Kami buat terpisah dengan pasien lain. Disediakan Kursi roda untuk Pasien Lansia yang kesulitan dalam mobilisasi.

2. Pelayanan Posyandu Lansia, jumlah 8 Posyandu, Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan, Konsultasi, Kunjungan Rumah Lansia & Senam Lansia ditiap Desa, dalam pelaksanaannya Kami berkoordinasi dengan Desa terkait, dan tingkat Partisipasi Desa sangat baik, untuk fasilitas tempat, buku Administrasi, pemberian konsumsi & sebagian transport kader yang tidak ditanggung BOK,bahkan ada Desa yang mengadakan refreshing untuk sasaran Posyandu Lansia, Kader & Petugas Puskesmas secara berkala.

3. Prolanis ( Pengelolaan Penyakit Kronis ) untuk peserta BPJS yang masuk dalam keanggotaan Puskesmas Karangduren,beberapa peserta ada yang tempat tinggalnya bukan wilayah kerja Puskesmas Karangduren tetapi kepesertaan ikut Puskesmas Karangduren, terdiri dari Pralansia& Lansia. Kelompok Prolanis Mahoni Ceria berdiri sejak Januari 2014 beranggotakan sekitar 20 orang, saat ini bertambah menjadi 35 orang. Kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah Senam bersama setiap Jumat di halaman Puskesmas Karangduren, Jalan Sehat setiap Jumat Minggu ketiga, Penyuluhan Kesehatan & Pemeriksaan Kesehatan berkala setiap Jumat Minggu Keempat.

Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Karangduren sudah rutin dilaksanakan sejak 2014, sehinggaTahun 2015 Puskesmas Karangduren mendapat kesempatan mewakili Kabupaten Jember, selain Puskesmas Tanggul untuk menghadiri Jambore Pelayanan Primer BPJS Kesehatan di Surabaya. Pada acara ini, diundang seluruh FKTP se Propinsi Jawa Timur yang sudah melaksanakan Prolanis secara rutin.

Sekilas tentang sebagian Kegiatan di Puskesmas Karangduren yang terkait dengan Santun Lansia. Semoga yang telah Kami laksanakan ini dapat meningkatkan derajat Kesehatan Lansia di Wilayah Puskesmas Karang Duren, terutama berkaitan dengan semakin meningkatnya Umur Harapan Hidup yang merupakan salah satu indikator keberhasilan bidang Kesehatan. Jika dalam penampilan kegiatan Santun Lansia ini masih banyak kekurangan Kami mohon petunjuk dan arahannya.

Waspadai Hipertensi

Penderita Hipertensi di Indonesia

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007 menunjukkan penderita hipertensi Indonesia mencapai 31,7%.  Dari semua penderita hipertensi di Indonesia, hanya 25% saja yang terdiagnosis. Ini berarti 3 dari 4 orang yang mengidap tekanan darah tinggi, tidak tahu bahwa mereka mempunyai kondisi tersebut. Lebih bahayanya lagi, kurang dari 1% pengidap hipertensi mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darahnya. Hal ini membuat hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Di Kabupaten Jember tahun 2016 hipertensi kasus peringkat 2 dari 10 besar penyakit  Setelah ISPA/Infeksi Saluran Pernafasan Atas.

Jika dibiarkan saja, tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit lain seperti serangan jantung atau strokeGejala pada hipertensi baru akan muncul jika tekanan darah sangat tinggi.

 

Risiko Mengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi masih belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus, Ketika usia bertambah, kemungkinan menderita tekanan darah tinggi akan semakin meningkat.  Mungkin juga kenaikan harga Sembako saat ini mungkin juga bisa menjadi pemicu terjadinya hipertensi, tetapi risiko Anda terkena hipertensi  akan meningkat jika Anda:

§    Berusia di atas 65 tahun

§    Makan banyak garam

§    Kelebihan berat badan

§    Memiliki keluarga dengan tekanan darah tinggi

§    Kurang makan buah dan sayuran

§    Kurang berolahraga

§    Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein)

§    Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras

 

Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dengan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosisnya pada tahap awal. Semakin awal diagnosis hipertensi diketahui, semakin besar pula kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat normal dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tanpa perlu mengonsumsi obat.

 

Gejala Hipertensi

Banyak orang mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya karena penyakit ini tidak memiliki gejala yang jelas. Orang dewasa harus memeriksakan tekanan darah setidaknya sekali dalam lima tahun. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda menderita tekanan darah tinggi adalah dengan mengukur tekanan darah.

Dalam beberapa kasus yang langka, saat seseorang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi, dia bisa mengalami gejala seperti:

§     Sesak napas

§     Sakit Kepala berkepanjangan

§     Mimisan

§     Pandangan kabur atau penglihatan ganda

Kunjungi dokter secepatnya jika Anda mengalami gejala-gejala di atas karena tekanan darah tinggi yang tidak diatasi bisa mengarah kepada penyakit serius, seperti stroke danpenyakit jantung.

 

Hipertensi Saat Hamil

Sangat penting untuk mengukur tekanan darah Anda secara teratur jika Anda sedang hamil, meski hasil tekanan darah tidak pernah tinggi. Dengan mewaspadai dan memeriksakan tekanan darah secara teratur, ibu hamil dapat mengurangi risiko hipertensi yang terjadi akibat kondisi hamil.

Jika tidak diperiksakan, Anda dapat mengalami kondisi serius yang dikenal sebagai pre-eclampsia, yaitu kondisi saat Anda memiliki gangguan pada plasenta (organ yang menghubungkan peredaran darah bayi kepada sang ibu).

 

Mengukur tekanan darah

Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri (pembuluh darah besar) ketika dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung Anda. Hal ini yang akan membuat pengidap hipertensi mengalami serangan jantung, stroke atau penyakit ginjal.

Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan:

§    Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar

§    Tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung mengambil jeda sesaat I antara 2 detak jantung

Tekanan darah yang normal berada di bawah 130/80. Jika tekanan darah Anda adalah 145 per 95 atau 145/95 mmHG, berarti tekanan sistolik Anda 145 mmHg dan tekanan diastolik Anda 95mmHg. Anda diberi tahu memiliki tekanan darah tinggi (secara medis dikenal sebagai hipertensi) jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan tekanan darah Anda tetap mencapai 145/95 mmHg atau lebih tinggi.

 

Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi

Jika tekanan darah Anda tinggi, maka awasilah dengan ketat sampai bisa turun dan dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup, hal ini termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tekanan darah tinggi:

§     Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang

§     Mengurangi konsumsi garam dan kafein

§     Berhenti merokok

§     Berolahraga secara teratur

§     Menurunkan berat badan, jika diperlukan

§     Mengurangi konsumsi minuman keras

Tidak pernah terlalu awal untuk mulai mencegah hipertensi sebab pencegahan akan selalu lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi penyakit lainnya. Oleh karena itu kami anjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin  dan mengikuti program penanggulangan penyakit kronis (Prolanis) yang dilaksanakan di puskesmas atau klinik pratama dalam upaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Ucapan Selamat Berpuasa
Realis Berita